KESETIMBANGAN FASE DALAM PERAIRAN
Reaksi-reaksi kimia yang terjadi pada lingkungan perairan melibatkan interaksi antara ion dengan fase yang lain. Beberapa interaksi yang penting di dalam perairan adalah terjadinya proses fotosintesis oleh ganggang dan terjadinya pertukaran zat padat terlarut dengan gas terlarut dalam air. Pertukaran yang sama terjadi ketika bakteri mendegradasi zat organik (sering dalam bentuk partikel) dalam air. Besi dan beberapa unsur yang penting berpindah-pindah dalam sistem perairan sebagai senyawa kimia koloid atau diserap menjadi partikel tanah. Kesetimbangan reaksi kimia fisika dalam perairan ini melibatkan sedimen, gas, dan air.
1. Sedimen
Sedimen adalah lapisan dari suatu bahan atau material yang menutupi dasar sungai kecil, danau, waduk, teluk, dan samudra. Sedimen mengandung campuran yang halus dan mineral-mineral yang tidak halus, meliputi tanah liat, endapan Lumpur, dan pasir, yang bercampur dengan bahan-bahan organik. Bahan-bahan ini mungkin saja mengalami perubahan komposisi dari bahan-bahan mineral murni menjadi bahan-bahan organik utama. Sediment ini mengandung bahan-bahan yang bersifat biologis, bahan kimia, dan polutan dalam air. Pembahasan ini difokuskan pada pengubahan bahan kimia dari sediment menjadi rantai makanan dalam air melalui organisme yang menghabiskan bagian penting dari siklus kehidupannya, atau kehidupannya dalam sediment.
Pembentukan Sedimen
Proses biologi, fisika, dan kimia dapat menghasilkan endapan sedimen pada bagian dasar air. Material endapan menjadi sederhana setelah dibawa ke dalam air oleh erosi atau longsor dari tepi pantai. Jadi, tanah liat, pasir, bahan kimia organik, dan material lain tercuci ke dalam danau dan menempati bagian luar dari sedimen.
Sedimen dapat dibentuk dari reaksi sederhana endapan. Ketika pospat banyak memasuki air limbah akan mengkontaminasi tubuh manusia jika air tersebut telah terkontaminasi dengan konsentrasi yang tinggi oleh ion kalsium, reaksi selanjutnya akan menghasilkan padatan hidroksiapatit.
5Ca2+ + H2O + 3HPO42- Ca5OH(PO4)3 (s) + 4H+
Sedimen kalsium karbonat dapat dibentuk ketika air kaya akan CO2 dan mengandung kalsium dalam presentasi tinggi yang menyebabkan kesadahan sementara yang nantinya dapat melepaskan karbondioksida di atmosfir,
Ca2+ + 2HCO3- CaCo3 (s) + CO2 (g) + H2O
atau ketika pHnya dinaikkan dengan reaksi fotosintesis :
Ca2+ + 2HCO3- + hv {CH2O} + CaCO3 (s) + O2 (g)
Reaksi selanjutnya adalah reaksi oksidasi besi (II) menjadi besi(III):
4Fe2+ + 10H2O + O2 4Fe(OH)3 (s) + 8H+
aktifitas biologi yang dilakukan oleh bakteri-bakteri di lingkungan berair mengoksidasi besi(II) menjadi besi(III). Pada kondisi anaerob beberapa bakteri menggunakan ion sulfat sebagai pemberi electron.
SO42- H2S
Namun ada bakteri lain yang mereduksi besi(III) menjadi besi(II).
Fe(OH)3 (S) Fe2+
Reaksi keseluruhannya menghasilkan dua lapisan hitam dari sedimen besi(II) sulfid.
Fe2+ + H2S FeS (s) + 2H+
CARA MENDAPATKAN UANG
Baca selebihnya »
Filed under: Nature | Ditandai: kelarutan, Kesetimbangan fase perairan, material endapan, sedimen, senyawa kompleks dalam perairan | 2 Komentar »